Halaman

Minggu, 24 November 2013

Bulan Muharram



Tahun baru Islam yang kebetulan dan selalu jatuh pada tanggal 1 Muharram baru saja terlewati. Tak terasa juga kita sudah sampai di hari ke sekian di bulan yang sering dianggap keramat oleh sebagian masyarakat ini. Ya, tahun baru Islam memang tidak dirayakan dengan kemeriahan kembang api dan pesta-pesta dengan menggelar konser-konser akbar di berbagai tempat. Namun, tahun baru Islam dirayakan dengan melakukan amalan-amalan yang baik, menggelar Majelis Ta’lim, Majelis Dzikir, dan lain-lain yang mendatangkan keberkahan, bukan malah mendatangkan maksiat ataupun kemadharatan yang lain.
Berbicara soal barokah. Suatu amalan atau apapun yang dilakukan oleh satu atau beberapa orang, lalu mendatangkan ketenangan dan ketenteraman, maka itulah yang dinamakan barokah. Seperti kita ketahui salah satu contoh, pengajian akbar atau sholawatan yang dihadiri puluhan ribu jamaah, sangat jarang berakhir dengan tawuran dan tindakan anarkis lainnya. Beda dengan konser-konser band, dangdut, atau yang sejenisnya yang biasanya berakhir dengan tindakan anarkis. Itulah perbedaan suatu hal yang barokah dan tidak barokah.
Oya, kembali ke bulan Muharram. Bulan ini memang dikatakan sakral oleh sebagian besar masyarakat. Sampai-sampai muncul kepercayaan bahwa tidak boleh menikahkan anaknya di bulan Muharram. Kalau sampai melanggar, maka anaknya akan celaka. Kepercayaan dari mana ini??? Padahal sudah jelas bahwa menikah itu adalah suatu kebaikan. Coba kita lihat sejarah apa di balik itu semua… Beberapa Ulama berpendapat bahwa tradisi ini muncul karena ada pengaruh Syi’ah. Syi’ah adalah aliran yang mengagung-agungkan Sayyidina Ali bin Abi Tholib. Ini memang tidak salah, namun jika terlalu berlebihan kan malah terkesan tidak baik. Apalagi mereka sampai merendahkan Khalifah-Khalifah sebelum Ali, yakni Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan. Mereka menganggap bahwa Ali lah yang pantas menjadi Khalifah sejak awal. Sesuatu yang berlebihan itu kan tidak baik. Oya, kembali ke kisah Ali tadi. Jadi pada bulan Muharram, Hussein bin Ali bin Abi Tholib gugur. Karena Syi’ah begitu mencintai Ali dan keturunannya, maka mereka pantang menggelar pesta dan bersenang-senang di bulan Muharram. Termasuk pernikahan yang biasanya digelar dengan meriah dan penuh dengan kebahagiaan. Jadi pada intinya, tidak apa-apa melakukan hal-hal yang baik di bulan Muharram. Toh, bulan Muharram juga bulan yang mulia, bahkan dikatakan Syahrullah (Bulannya Allah).
Bulan Muharram termasuk dalam 4 bulan haram yang mana terdiri dari, bulan Dzulqo’dah, bulan Dzulhijjah, bulan Rajab, dan bulan Muharram sendiri. Bulan haram mempunyai keutamaan-keutamaan yang tidak ada di bulan-bulan yang lain. Keutamaan itu misalnya, kalau kita puasa di hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), maka dosa-dosa kita selama 2 tahun (setahun sebelumnya dan setahun yang akan datang) akan diampuni, lalu puasa di hari Asy Syura (10 Muharram) maka dosa kita selama 1 tahun yang lalu akan diampuni juga. Lalu, misal ada yang bertanya begini, kalau sudah puasa Arafah kenapa juga harus puasa Asy Syura? Kan dosa setahun yang lalu sudah diampuni?
Perhitungan pahala dan dosa itu tidak seperti hitungan matematika yang biasa kita pelajari. Bayangkan saja kalau perhitungannya seperti perhitungan manusia. Misal ada satu orang korupsi 1 Milyar, aggaplah dosanya 1 Milyar, terus dia sedekahkan 10 Juta dari uang itu, berarti pahalanya 10 Juta dikali 700, karena setiap 1 kebaikan kan dibalas 700 kali. Jadi, secara matematis dosanya kan sudah terhapus tuh dengan pahala yang didapat. Hehe... ya kalau begini, gak bakal ada orang baik lagi di dunia ini, bakal hancur lebur deh dunia ini, bisa jadi kiamat datang makin cepat.
Oya, kembali ke puasa As Syura. Jadi kata ‘As Syura’ itu diambil dari bahasa Arab yang berarti ‘ke sepuluh’. Karena puasa ini dilakukan pada hari ke sepuluh bulan Muharram. Nah, sebagian orang ada yang puasa di hari ke sembilannya juga, bahkan ada yang puasa sampai hari ke sebelas. Hal ini apakah dianjurkan? Dan apa nabi Muhammad juga pernah melakukannya? Kalau dirunut sejarahnya, memang nabi Muhammad hanya berpuasa pada hari ke sepuluh saja. Tapi beliau pernah berkeinginan untuk puasa di hari ke sembilannya juga. Kenapa? Perlu kita ketahui bahwa di hari As Syura, umat Yahudi juga berpuasa, hari itu adalah hari yang agung bagi mereka. Maka dari itu, agar kesannya umat Islam tidak meniru-niru Yahudi, maka nabi bercita-cita untuk berpuasa di di hari ke sembilannya juga. Namun, cita-cita itu ternyata tidak terwujud karena sebelum datang Muharram tahun depan, beliau sudah wafat. Meskipun belum pernah dilakukan nabi, tapi kita alangkah baiknya kita berpuasa juga di hari ke sembilan (hari Tasu’a) juga. Terlebih di hari ke sebelas juga, jadi tiga hari berturut-turut.
Sekian dulu ya, semoga bermanfaat. Tolong dikoreksi kalau ada kesalahan...

Sabtu, 09 November 2013

Gasifikasi dan Likuifaksi Batubara


Sebenarnya ini adalah tugas Kimia Dasar dari dosen, tapi kalo dilihat dan dibaca-baca, bagus juga buat tambahan pengetahuan kita, makanya aku pos ini ringkasan tentang pemanfaatan batubara.

            Batubara adalah salah satu bahan baku tambang yang bisa digunakan sebagai sumber energi setelah diolah melalui proses-proses tertentu. Batubara termasuk sumber energi yang tidak dapat diperbaharui, seperti halnya minyak bumi. Namun cadangan batubara dunia tersebar merata dan sangat melimpah, terutama di negara Cina, Amerika Serikat, Jepang, dan Afrika Selatan. Indonesia juga termasuk negara yang mempunyai cadangan batubara yang cukup banyak.
Secara umum, alasan penggunaan batubara sebagai sumber energi yang layak dikembangkan adalah
1.      Cadangan batubara sangat banyak dan tersebar luas diseluruh dunia, baik di negara maju maupun negara berkembang, termasuk Indonesia yang merupakan salah satu negara yang memiliki cadangan batubara yang cukup besar, yaitu sekitar 123.5 milyar ton (70% merupakan batubara muda dan 30% sisanya adalah batubara kualitas tinggi)
2.      Batubara dapat diperoleh dari banyak sumber di pasar dunia dengan pasokan yang stabil, harga yang lebih murah dibandingkan dengan minyak dan gas
3.      Batubara aman untuk ditransportasikan, disimpan, ditumpuk di sekitar tambang, pembangkit listrik, atau lokasi sementara, serta kualitasnya tidak banyak terpengaruh oleh cuaca maupun hujan.
 Berdasarkan pengolahannya, batubara dapat digolongkan sebagai sumber energi langsung, sumber energi tidak langsung (dengan diubah ke bentuk atau fasa lain dulu), dan non energi. Nah, yang akan dibahas kali ini adalah pemanfaatan batubara sebagai sumber energi tidak langsung, yaitu melalui gasifikasi dan likuifaksi.
1.      Gasifikasi Batubara
Gasifikasi adalah suatu teknologi proses yang mengubah batubara dari bahan bakar padat menjadi bahan bakar gas. Pada proses tersebut terjadi pemecahan rantai karbon batubara ke bentuk unsur atau senyawa kimia lain. Batubara dipanaskan dan diberi oksigen di dalam reaktor sehingga menghasilkan gas batubara berupa campuran gas-gas hidrogen, karbon monoksida, nitrogen, serta unsur gas lainnya. Gasifikasi batubara merupakan teknologi terbaik serta paling bersih dalam mengonversi batubara menjadi gas-gas yang dapat dimanfaatkan sebagai energi listrik.
Gasifikasi umumnya terdiri dari empat proses, yaitu pengeringan, pirolisis, oksidasi, dan reduksi. Pada proses gasifikasi, ada suatu proses yang tidak kalah penting yaitu proses desulfurisasi yang mana sebagai penghilang hidrogen sulfur (gas beracun).
Proses gasifikasi memerlukan seperangkat alat reaktor yang dinamakan gasifier. Pada gasifier tipe Gasifikasi Unggun Tetap (Fixed Bed Gasification), kontak yang terjadi saat pencampuran antara gas dan padatan sangat kuat sehingga perbedaan zona pengeringan, pirolisis, oksidasi, dan reduksi tidak dapat dibedakan. Salah satu cara untuk mengetahui proses yang berlangsung pada gasifier jenis ini adalah dengan mengetahui rentang temperatur masing-masing proses, yaitu
·         Pengeringan                          : T > 150 °C
·         Pirolisis/ Devolatilisasi          : 150 < T < 550 °C
·         Oksidasi                                : 70 < T < 550 °C
·         Reduksi                                 : 50 < T < 120 °C
Proses pengeringan, pirolisis, dan reduksi bersifat menyerap panas (endotermik), sedangkan proses oksidasi bersifat melepas panas (eksotermik). Pada pengeringan, kandungan air pada bahan bakar padat diuapkan oleh panas yang diserap dari proses oksidasi. Pada pirolisis, pemisahan volatile matters (uap air, cairan organik, dan gas yang tidak terkondensasi) dari arang atau padatan karbon bahan bakar juga menggunakan panas yang diserap dari proses oksidasi. Pembakaran mengoksidasi kandungan karbon dan hidrogen yang terdapat pada bahan bakar dengan reaksi eksotermik, sedangkan gasifikasi mereduksi hasil pembakaran menjadi gas bakar dengan reaksi endotermik.
Dalam kaitannya dengan gasifikasi batubara, ada teknologi yang sekarang dikembangkan, yaitu IGCC (Integrated Gasification Combined Cycle). Dalam penerapan teknologi ini, gas hasil gasifikasi batubara mengalami proses pembersihan sulfur dan nitrogen. Gas yang sudah bersih ini dibakar di ruang bakar kemudian gas hasil pembakaran disalurkan ke dalam turbin gas untuk menggerakkan generator. Gas buang dari turbin gas dimanfaatkan dengan menggunakan HRSG (Heat Recovery Steam Generator) untuk membangkitkan uap. Uap dari HRSG digunakan untuk menggerakkan turbin uap yang akan menggerakkan generator.
Kelebihan teknologi IGCC ini adalah emisi SO2, NOX, CO2 serta debu dapat dikurangi dengan mudah, limbah cair serta luas tanah yang dibutuhkan tidak terlalu banyak, produk sampingan yang dihasilkan merupakan komoditi yang mempunyai nilai jual, seperti sulfur dan tar.
Efisiensi pembangkit listrik dengan menggunakan teknologi IGCC ini lebih tinggi 5 - 10 % dibandingkan PLTU batubara konvensional. Di samping itu, Coal gasifier tidak mengeluarkan polutan sehingga ramah lingkungan.
2.      Likuifaksi Batubara
Likuifaksi Batubara adalah suatu teknologi proses yang mengubah batubara menjadi bahan bakar cair sintetis. Batubara yang berupa padatan diubah menjadi bentuk cair dengan cara mereaksikannya dengan hidrogen pada temperatur dan tekanan tinggi.
Proses likuifaksi batubara secara umum diklasifikasikan menjadi Indirect Liquefaction Process dan Direct Liquefaction Process.
a.       Indirect Liquefaction Process/ Indirect Coal Liquefaction (ICL)
Prinsipnya secara sederhana yaitu mengubah batubara ke dalam bentuk gas terlebih dahulu untuk kemudian membentuk Syngas (campuran gas CO dan H2). Syngas kemudian dikondensasikan oleh katalis (proses Fischer-Tropsch) untuk menghasilkan produk ultra bersih yang memiliki kualitas tinggi.
b.      Direct Liquefaction Process/ direct coal liquefaction (DCL)
Proses ini dilakukan dengan cara menghaluskan ukuran butir batubara, kemudian  mencampur batubara ini dengan pelarut, campuran ini dinamakan slurry. Slurry dimasukkan ke dalam reaktor bertekanan tinggi bersama hidrogen dengan menggunakan pompa. Kemudian, slurry diberi tekanan 100-300 atm di dalam sebuah reaktor dan dipanaskan hingga suhu mencapai 400-480° C.
Secara kimiawi, proses ini akan mengubah bentuk hidrokarbon batubara dari kompleks menjadi rantai panjang seperti pada minyak. Atau dengan kata lain, batubara terkonversi menjadi liquid melalui pemutusan ikatan C-C dan C-heteroatom secara termolitik atau hidrolitik (thermolytic and hydrolytic cleavage), sehingga melepaskan molekul-molekul CO2, H2S, NH3, dan H2O. Untuk itu rantai atau cincin aromatik hidrokarbonnya harus dipotong dengan cara dekomposisi panas pada temperatur tinggi (thermal decomposition). Setelah dipotong, masing-masing potongan pada rantai hidrokarbon tadi akan menjadi bebas dan sangat aktif (free-radical). Supaya radikal bebas itu tidak bergabung dengan radikal bebas lainnya (terjadi reaksi repolimerisasi) membentuk material dengan berat molekul tinggi dan insoluble, perlu adanya pengikat atau stabilisator, biasanya berupa gas hidrogen. Hidrogen bisa didapat melalui tiga cara, yaitu transfer hidrogen dari pelarut, reaksi dengan fresh hidrogen (penyusunan kembali terhadap hidrogen yang ada di dalam batubara), dan menggunakan katalis yang dapat menjembatani reaksi antara gas hidrogen dan slurry.
Negara yang telah mengembangkan teknologi Direct Liquefaction Process adalah Jepang, Amerka Serikat dan Jerman. Bagi Indonesia, teknik konversi likuifaksi batubara secara langsung (Direct Liquefaction Process) dinilai lebih menguntungkan untuk saat ini. Selain prosesnya yang lebih sederhana, likuifaksi relatif lebih murah dan lebih bersih dibanding teknik gasifikasi. Teknik ini juga cocok untuk batubara peringkat rendah (lignit), yang banyak terdapat di Indonesia.
Likuifaksi batubara memiliki sejumlah manfaat :
a.       Mengurangi ketergantungan pada impor minyak serta meningkatkan keamanan energi
b.      Batubara cair dapat digunakan untuk transportasi, memasak, pembangkit listrik stasioner, dan di industri kimia
c.       Batubara yang diturunkan adalah bahan bakar bebas sulfur, rendah partikulat, dan rendah oksida nitrogen
d.      Bahan bakar cair dari batubara merupakan bahan bakar olahan yang ultra bersih, dapat mengurangi risiko kesehatan dari polusi udara dalam ruangan.
Di samping itu, terdapat efek lain penggunaan batubara cair :
a.       Meningkatkan dampak negatif dari penambangan batubara
Penyebaran skala besar pabrik batubara cair dapat menyebabkan peningkatan yang signifikan dari penambangan batubara. Penambangan batubara akan memberikan dampak negatif yang berbahaya. Penambangan ini dapat menyebabkan limbah yang beracun dan bersifat asam serta akan mengontaminasi air tanah. Selain dapat meningkatkan efek berbahaya terhadap lingkungan, peningkatan produksi batubara juga dapat menimbulkan dampak negatif pada orang-orang yang tinggal dan bekerja di sekitar daerah penambangan.
b.      Menimbulkan efek global warming sebesar hampir dua kali lipat per gallon bahan bakar
Produksi batubara cair membutuhkan batubara dan energi dalam jumlah yang besar. Proses ini juga dinilai tidak efisien. Faktanya, 1 ton batubara hanya dapat dikonversi menjadi 2-3 barel bensin. Proses konversi yang tidak efisien, sifat batubara yang kotor, dan kebutuhan energi dalam jumlah yang besar tersebut menyebabkan batubara cair menghasilkan hampir dua kali lipat emisi penyebab global warming dibandingkan dengan bensin biasa. Walaupun karbon yang terlepas selama produksi ditangkap dan disimpan, batubara cair akan tetap melepaskan 4 hingga 8 persen polusi global warming lebih banyak dibandingkan dengan bensin biasa.

Referensi :

Kamis, 24 Oktober 2013

Awal Kuliahku

Kuliah sudah berjalan sekitar dua bulan. Tapi yang aku bingung, kenapa semangatku belum muncul kayak di SMA dulu? Belajar sampai malem, mengerjakan tugas dg serius, ikut kegiatan2, dll hanya menjadi kenangan aja. Gimana nih? Kenapa gini? Apa gara2 libur 3 buln abis UN itu?
Aku mikir sekarang ini waktuku kayak gak cukup kalo cuman ada 24 jam dalam sehari, padahal tidur dah aku kurangin, bahkan pernah gak tidur dalam sehari, kalo pas mau ngerjain laporan aja sih.. hehe
Ditambah lagi minggu depan UTS, wuiiih, baru kali ini mau ada ujian tapi belum ada persiapan sama sekali,, hehe(padahal emang sebelumnya gitu mulu... ), maksudnya, materinya aja gak ada yang aku ngerti, kayak yang matkul yg baru-baru ini, Pemrograman Komputer yang paling gak ngerti terutama. Bahkan Kimia Dasar, Kalkulus, Aljabar Linier, yang pas SMA dulu mendingan, sekarang malah gak ada apa2nya lagi. Duh, bingung banget....
Mau cari temen belajar yang cocok aja susah, pada sibuk sendiri2 mereka, padahal SMA dulu (jadi banding2in terus ma SMA, hehe) kalo belajar pasti rombongan, bareng gitu...
Di luar kuliahan, aku juga bingung mau masuk organisasi apa. Udah masuk dua sih, Kamadz (Keluarga Muslim Teknik Fisika), UKM Voli. Tapi, ada 1 yang bikin bimbang, mau masuk BEM atau gak, padahal tinggal 1 langkah lagi untuk resmi menjadi anggota BEM, yang kata orang sih keren gitu, haha, tapi bukan itu yang aku cari sebenernya. Maunya sih ngundurin diri dari seleksi, tapi gak berani bilang ma pemandunya, haha, bukannya gak berani sih, cuman gak tega aja mengecewakannya (sama aja sih), cewek sih soalnya. :)
Ntar aja lah tunggu aja gimana kelanjutannya.....
Intinya, mulai sekarang nih aku mau berubah, waktu dalam sehari gak mungkin gak 24 jam, jadi harus dimanfaatin dg sebaik-baiknya. Yang paling penting tentunya beribadah, dan tidur tentunya....
Ah, bingung mau nulis apalagi, lagi pertama kali nulis nih soalnya... Kalo jelek banget tulisannya, maklum deh..............